0232 123456

mtsn1kotabengkulu@yahoo.co.id

Today :

Karantina Dua Hari, Ratusan Siswa MTsN 1 Kota Bengkulu Matangkan Hafalan Al-Qur’an

Citra Handayani

Nov. 7, 2026

Kota Bengkulu (Humas) — Dua hari penuh bersama Al-Qur’an menjadi momentum bagi ratusan siswa MTsN 1 Kota Bengkulu untuk memperkuat hafalan dan memperbaiki kualitas bacaan. Melalui kegiatan Karantina Tahfizh Angkatan ke-8 dan Tahsin Angkatan ke-1 yang berlangsung pada Sabtu–Minggu (7–8/11/2026), sebanyak 259 siswa mengikuti pembinaan intensif sebagai persiapan menghadapi ujian tahfizh.


Kegiatan yang dilaksanakan pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti oleh 172 peserta tahfizh dan 87 peserta tahsin. Selama karantina, siswa diberikan kesempatan untuk mengulang hafalan, memperbaiki bacaan, serta mengevaluasi pencapaian target yang telah ditetapkan.


Karantina ini bukan sekadar kegiatan mengulang ayat, tetapi juga menjadi proses melatih kesungguhan dan ketelitian siswa dalam menjaga setiap hafalan. Setiap peserta diarahkan untuk memastikan ayat yang telah dihafalkan benar-benar dikuasai, baik dari segi kelancaran maupun ketepatan bacaannya.


Ketua Tahfidz dan Tahsin MTsN 1 Kota Bengkulu, Zakki Muftika Hijriani, S.Pd.I., menjelaskan bahwa karantina merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi ujian tahfizh. Setiap siswa memiliki target hafalan yang harus diselesaikan sesuai rekomendasi. Apabila target satu juz belum tercapai, siswa belum dapat mengikuti ujian untuk juz tersebut.


Salah satu proses penting dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan hafalan secara teliti. Setiap kesalahan yang ditemukan diberi tanda lingkaran pada mushaf masing-masing siswa. Kesalahan tersebut meliputi ketidaktepatan bacaan mad, kekeliruan huruf, hingga ayat yang terlupa. Dengan adanya tanda koreksi tersebut, siswa dapat mengetahui bagian yang harus diulang dan diperbaiki.


Proses ini mengajarkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat, tetapi juga ketekunan, ketelitian, dan tanggung jawab untuk menjaga kebenaran setiap ayat. Siswa didorong agar tidak sekadar mengejar jumlah juz, tetapi juga memastikan hafalan dan bacaannya semakin baik.


Setelah mengikuti karantina, para peserta akan menghadapi ujian tahfizh pada Sabtu (14/11/2026). Ujian tersebut mencakup dua materi utama, yaitu memperbaiki ayat atau surah yang sebelumnya ditemukan memiliki kesalahan saat karantina serta melanjutkan ayat melalui tes sambung ayat dengan potongan ayat yang diberikan secara acak.


Melalui materi ujian tersebut, siswa dituntut untuk menguasai hafalan secara menyeluruh. Mereka tidak hanya harus mampu mengulang bagian yang pernah dikoreksi, tetapi juga menunjukkan kemampuan melanjutkan ayat secara tepat meskipun potongan ayat diberikan secara acak.


Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Karantina diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk membangun kedisiplinan, kesabaran, serta kesungguhan dalam menjaga hafalan dan memperbaiki bacaan.


Dengan melibatkan 259 peserta, MTsN 1 Kota Bengkulu terus memperkuat pembinaan tahfizh dan tahsin sebagai bagian dari pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter religius dan kecintaan terhadap Kalam Ilahi.
(CH/Humas)

Artikel Terkait