0232 123456

mtsn1kotabengkulu@yahoo.co.id

Today :

Uji dan Perkuat Kompetensi, Guru MTsN 1 Kota Bengkulu Ikuti AKG Sesi 1 SKI dan Fikih

Citra Handayani

Okt. 8, 2026

Kota Bengkulu (Humas) — Komitmen meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik terus dilakukan MTsN 1 Kota Bengkulu. Hal tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan guru dalam Asesmen Kompetensi Guru (AKG) Sesi 1 untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Fikih. Kegiatan dilaksanakan di ruang laboratorium Komputer MTsN 1 Kota Bengkulu, Rabu (7/10/2026).


Kegiatan AKG menjadi momentum bagi guru untuk mengukur sekaligus memperkuat kompetensi yang dimiliki, khususnya dalam penguasaan materi dan kemampuan pedagogik yang mendukung pelaksanaan pembelajaran di madrasah.


Dalam pelaksanaannya, para guru mengikuti asesmen dengan serius dan penuh tanggung jawab. AKG tidak hanya dipandang sebagai proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi guru untuk mengetahui kekuatan serta aspek kompetensi yang masih perlu dikembangkan.


Guru MTsN 1 Kota Bengkulu yang mengikuti AKG Sesi 1 SKI dan Fikih berupaya mempersiapkan diri secara optimal. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran dan layanan pendidikan bagi peserta didik.


Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., mengapresiasi keseriusan para guru dalam mengikuti asesmen tersebut.


“AKG bukan sekadar menguji kemampuan guru, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan penguatan kompetensi. Guru harus terus belajar, memperbarui pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan pedagogik agar pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik semakin berkualitas,” tegas Diniah.


Keikutsertaan guru dalam AKG Sesi 1 mata pelajaran SKI dan Fikih juga menjadi bagian dari semangat peningkatan profesionalisme pendidik secara berkelanjutan. Guru diharapkan mampu menjadikan hasil asesmen sebagai bahan evaluasi untuk terus mengembangkan diri.


Melalui penguatan kompetensi tersebut, MTsN 1 Kota Bengkulu terus membangun budaya belajar bagi seluruh warga madrasah, termasuk para pendidik. Guru yang kompeten, profesional, dan terus berkembang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran berkualitas serta madrasah yang semakin berdampak.


(CH/Humas)

Artikel Terkait