Kota Bengkulu (Humas) — Memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan menguji pengetahuan di luar kelas menjadi salah satu upaya MTsN 1 Kota Bengkulu dalam membangun budaya berprestasi. Kali ini, madrasah mengirimkan dua tim yang terdiri atas enam siswa untuk mengikuti Lomba Cerdas Cepat (LCC) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diselenggarakan oleh Museum Negeri Bengkulu, Rabu (4/11/2026).
Kompetisi yang berlangsung di Museum Negeri Bengkulu, Jalan Pembangunan No. 8, Padang Harapan, Kota Bengkulu, tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan penguasaan materi IPS, ketangkasan berpikir, ketepatan menjawab pertanyaan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Dua tim yang mewakili MTsN 1 Kota Bengkulu terdiri atas Tim A, yakni Meisya Nazwa Efendi, Muhammad Hafidz Rafi, dan Syafi Assauqie Rayyan dari kelas IX J. Sementara itu, Tim B diperkuat oleh Athaya Fauziyah dari kelas IX G, Syahmina Nindita Ariani dari kelas IX J, serta Ghaizan Alfif Zulkifli dari kelas VIII I.
Keikutsertaan siswa dalam kompetisi inI didampingi oleh Waka Kesiswaan Novita Lestari,M.H., bersama Zurida, M.T.Pd dan Melda Nuari Handini, M.Pd sebagai guru pembimbing.
Guru pembimbing, Zurida, M.T.Pd., menyampaikan bahwa LCC IPS menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, dan melatih keberanian dalam menghadapi tantangan akademik.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Mereka tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu berpikir cepat, memahami pertanyaan, menentukan jawaban dengan tepat, dan membangun kerja sama dalam tim. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kepercayaan diri serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi,” ungkap Zurida.
Melalui kompetisi LCC IPS, siswa tidak hanya ditantang untuk mengingat dan memahami materi pelajaran, tetapi juga dituntut mampu menganalisis pertanyaan, menentukan jawaban secara tepat, serta membangun kekompakan bersama anggota tim. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik.
Dukungan madrasah terhadap keikutsertaan peserta didik dalam ajang kompetisi merupakan bentuk perhatian terhadap beragam potensi yang dimiliki siswa. Prestasi tidak hanya tumbuh melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kesempatan untuk mencoba, berkompetisi, dan memperoleh pengalaman baru.
Enam siswa, dua tim, satu semangat untuk berprestasi. MTsN 1 Kota Bengkulu berharap keikutsertaan dalam LCC IPS ini menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir, dan menumbuhkan keberanian siswa untuk terus mengembangkan potensi akademiknya. (CH/Humas)





