Kota Bengkulu (Humas) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bengkulu menggelar Workshop Implementasi Deep Learning dan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Pembelajaran selama dua hari, Sabtu–Minggu, 1–2 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MTsN 1 Kota Bengkulu sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, humanis, dan berkarakter.

Workshop ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Muhammad Ali, S.Pd.I., M.Pd.I., Pengawas Madrasah Winda Trianza, M.Pd., serta Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si. Seluruh dewan guru MTsN 1 Kota Bengkulu mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas komitmen MTsN 1 Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru. Menurutnya, penerapan Deep Learning harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

“MTsN 1 Kota Bengkulu telah menjadi teladan bagi madrasah lainnya. Guru-gurunya hebat, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Saya berharap budaya positif ini terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Kota Bengkulu,” ujar Dr. H. Nopian Gustari.
Beliau juga menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, serta penguatan karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dr. Syailendra, M.Pd dan Ibu Cici Mulia Sari, M.Pd. Keduanya membahas secara komprehensif konsep pembelajaran berbasis Deep Learning, strategi implementasinya di kelas, serta teknik mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam setiap proses pembelajaran agar lebih bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik.

Workshop juga diisi dengan sesi diskusi, praktik penyusunan perangkat ajar, studi kasus, serta berbagi pengalaman antarguru. Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk menghasilkan rancangan pembelajaran yang inovatif dengan mengedepankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan penguatan karakter peserta didik.

Di sisi lain, Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu terhadap berbagai program pengembangan madrasah. Menurutnya, workshop ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menghadapi transformasi pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu beserta jajaran yang senantiasa memberikan dukungan kepada MTsN 1 Kota Bengkulu. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh guru mampu mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehingga mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak pada peningkatan kualitas karakter serta prestasi peserta didik,” ungkap Dr. Diniah.
Dengan terselenggaranya workshop ini, MTsN 1 Kota Bengkulu kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Diharapkan hasil workshop dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(CH/Humas)






