Kota Bengkulu (Humas) — Selasa (18/8/2026), Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di MTsN 1 Kota Bengkulu berlangsung seru dan kreatif. Siswa diajak belajar menggunakan metode “Ubur-Ubur Kepo” yang dirancang untuk meningkatkan rasa ingin tahu, keaktifan, dan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat.
Kegiatan pembelajaran ini dibimbing oleh guru PPKn MTsN 1 Kota Bengkulu, Novita Lestari, M.H. Melalui metode “Ubur-Ubur Kepo”, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak untuk aktif mengeksplorasi pertanyaan, berdiskusi, dan menemukan jawaban bersama.
Suasana kelas terlihat hidup ketika siswa mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Rasa penasaran mereka diarahkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi PPKn, kemudian dibahas melalui interaksi dan diskusi antarsiswa.
Menurut Novita Lestari, M.H., penggunaan metode pembelajaran kreatif menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong siswa agar lebih aktif.
“Melalui Ubur-Ubur Kepo, siswa dilatih untuk berani bertanya, berpikir kritis, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Jadi, rasa ingin tahu mereka dapat diarahkan menjadi proses belajar yang bermakna,” jelasnya.
Antusias siswa terlihat dari keterlibatan mereka selama pembelajaran. Siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan, saling bertukar pendapat, dan bekerja sama dalam memahami materi yang diberikan.
Metode ini juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada siswa, sehingga kelas tidak hanya menjadi tempat menerima informasi, tetapi juga ruang untuk bertanya, berpikir, dan berkreasi.
Melalui pembelajaran PPKn yang kreatif seperti “Ubur-Ubur Kepo”, MTsN 1 Kota Bengkulu terus mendorong siswa untuk menjadi generasi yang aktif, kritis, percaya diri, dan memiliki pemahaman kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kewarganegaraan.
(CH/Humas)






