Kota Bengkulu (Humas) — Membentuk generasi muda yang berakhlak mulia tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga membutuhkan pembinaan hati, kesadaran diri, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Rihlah Muhasabah Diri siswa Boarding MTsN 1 Kota Bengkulu, sebagai upaya menanamkan karakter positif dan mendorong siswa menjadi pribadi yang lebih baik, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini didampingi oleh Ketua Asrama MTsN 1 Kota Bengkulu, Hj. Dr. Ningsih Fahruddin, M.Pd., bersama pembina asrama Lestari Nengsih, S.Ag., M.Pd., Defi Juliarti, S.Ag., dan Icha Rezyika, S.Ag., M.Pd. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola asrama dalam membina siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan muhasabah diri, siswa diajak untuk meluangkan waktu mengevaluasi sikap dan perilaku, mengenali kekurangan, serta menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri. Muhasabah menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami pentingnya menghargai orang tua, menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.
Ketua Asrama MTsN 1 Kota Bengkulu, Hj. Dr. Ningsih Fahruddin, M.Pd., menegaskan bahwa pembinaan karakter melalui muhasabah diri merupakan bagian penting dalam mendampingi pertumbuhan siswa, terutama dalam membangun kesadaran untuk memperbaiki sikap dan memperkuat akhlak.
“Melalui kegiatan Rihlah Muhasabah Diri ini, kami berharap anak-anak dapat belajar mengenali kekurangan diri, lebih menghargai pengorbanan orang tua, menghormati guru, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Kami ingin nilai-nilai yang mereka renungkan tidak hanya menyentuh hati saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di asrama maupun di lingkungan keluarga dan madrasah,” ungkapnya.
Salah satu kegiatan yang mengisi rihlah muhasabah ini adalah nonton bareng (nobar) film berjudul Ibu, Bagaimana Aku Tanpa Mu. Film tersebut menjadi sarana refleksi bagi siswa untuk merenungkan kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan seorang ibu. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak menyadari bahwa kasih sayang orang tua merupakan hal berharga yang patut disyukuri dan dibalas dengan sikap hormat serta perilaku yang baik.
Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa membangun generasi penerus bangsa tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan dan prestasi, tetapi juga dengan karakter, kepedulian, dan akhlak mulia. Semangat pemuda yang kuat perlu diiringi kesadaran untuk menghargai keluarga, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Bagi siswa boarding, kegiatan semacam ini memiliki arti penting karena kehidupan asrama tidak hanya menjadi tempat belajar dan beristirahat, tetapi juga ruang pembiasaan nilai-nilai kehidupan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, siswa diharapkan mampu menerapkan hasil refleksi dalam keseharian, mulai dari kedisiplinan, kemandirian, kepedulian terhadap sesama, hingga peningkatan kualitas ibadah.
Ketua asrama bersama para pembina terus mendorong terciptanya lingkungan asrama yang mendukung pertumbuhan siswa secara menyeluruh. Pembinaan karakter diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk pribadi santun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui Rihlah Muhasabah Diri, Boarding MTsN 1 Kota Bengkulu menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, penguatan spiritual, dan pembentukan akhlak. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa mengenali diri, menghargai orang lain, dan memilih jalan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
(CH/Humas)






