0232 123456

mtsn1kotabengkulu@yahoo.co.id

Today :

Ka.MTsN 1 Kota Bengkulu Kawal Langsung Perjuangan Tiga Siswa di OMI Provinsi 2026

Citra Handayani

Okt. 5, 2026

Kota Bengkulu (Humas) — Dukungan nyata terhadap pengembangan prestasi peserta didik ditunjukkan Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., dengan mengawal langsung perjuangan tiga siswa madrasah pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Provinsi Bengkulu 2026, Senin–Selasa (5–6/10/2026) di MAN 2 Kota Bengkulu.


Tiga talenta MTsN 1 Kota Bengkulu yang berlaga pada ajang tersebut adalah Meisya Nazwa Efendi bidang IPS, serta Ghaizan Alfif Zulkifli dan Kenzie Mandala Al-Fajar bidang Matematika. Ketiganya menjadi bagian dari delegasi madrasah yang berhasil melaju ke tingkat provinsi setelah melalui tahapan seleksi sebelumnya.


Kehadiran Kepala Madrasah secara langsung menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan mental bagi para siswa. Dr. Diniah hadir bersama Waka Kesiswaan, Waka Kurikulum, dan guru pembimbing, memastikan para peserta mendapatkan pendampingan selama mengikuti rangkaian kompetisi.


Bagi MTsN 1 Kota Bengkulu, keikutsertaan dalam OMI bukan semata-mata tentang meraih juara. Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, memperluas pengalaman, dan belajar menghadapi tantangan pada tingkat yang lebih tinggi.


“Kami ingin anak-anak tampil dengan kemampuan terbaiknya. Jadikan OMI ini sebagai kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, dan mengembangkan potensi. Maksimalkan ikhtiar, tetap percaya diri, dan berikan yang terbaik,” pesan Dr. Diniah kepada para siswa.


Pendampingan langsung pimpinan madrasah, sinergi wakil kepala madrasah, serta peran guru pembimbing menunjukkan komitmen MTsN 1 Kota Bengkulu dalam membangun ekosistem prestasi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan pengalaman kompetitif peserta didik.


Melalui OMI Provinsi Bengkulu 2026, MTsN 1 Kota Bengkulu terus meneguhkan langkah untuk mengawal talenta, memperkuat pembinaan, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berprestasi. Perjuangan tiga siswa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam melahirkan generasi yang berilmu, percaya diri, tangguh, dan siap berkompetisi.


(CH/Humas)

Artikel Terkait