0232 123456

mtsn1kotabengkulu@yahoo.co.id

Today :

Dari Mimbar Pidato, Siswa MTsN 1 Bengkulu Gaungkan Semangat Persatuan Bangsa

Citra Handayani

Okt. 29, 2026

Kota Bengkulu (Humas) — Semangat persatuan dan cinta tanah air bergema melalui Lomba Pidato Kebangsaan yang diselenggarakan MTsN 1 Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan gagasan kebangsaan, mengasah keberanian berbicara di depan umum, serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Kegiatan lomba di laksanakan diruang kelas, Rabu (28/10/2026).


Lomba pidato kebangsaan ini dikoordinatori oleh Ramlansyah Suadi, S.Pd., dengan melibatkan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) serta Fikih sebagai anggota panitia. Adapun Elva Puspitasari, M.Pd., dan Aceng Sirajudin, S.Pd., bertugas sebagai juri yang menilai penampilan peserta berdasarkan penguasaan materi, sistematika pidato, artikulasi, ekspresi, dan kemampuan menyampaikan pesan kebangsaan.


Koordinator lomba, Ramlansyah Suadi, S.Pd., menyampaikan bahwa lomba pidato kebangsaan menjadi salah satu sarana untuk membangun keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan sekaligus menanamkan nilai persatuan dan cinta tanah air.


“Melalui lomba pidato kebangsaan ini, kami ingin mendorong siswa agar berani menyampaikan gagasan, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam diri generasi muda, bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ramlansyah


Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan pandangan tentang persatuan, toleransi, semangat perjuangan, tanggung jawab generasi muda, serta peran pelajar dalam menjaga keutuhan bangsa. Mimbar pidato menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami bahwa suara dan gagasan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia.


Keterlibatan guru PKN dalam kepanitiaan mendukung penguatan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai Pancasila, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, keterlibatan guru Fikih turut memberikan ruang untuk menanamkan nilai tanggung jawab, akhlak, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam pelaksanaannya, Elva Puspitasari, M.Pd., dan Aceng Sirajudin, S.Pd., menjalankan peran sebagai juri untuk menilai kemampuan peserta dalam mengolah materi dan menyampaikan pesan secara jelas serta meyakinkan. Proses penilaian menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa dapat terus mengembangkan kemampuan komunikasi, penguasaan materi, dan kualitas penyampaian gagasan.


Lomba pidato kebangsaan juga memiliki keterkaitan erat dengan semangat Hari Sumpah Pemuda. Ikrar yang lahir pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa keberagaman suku, bahasa, dan budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan komitmen terhadap persatuan.


Melalui lomba ini, MTsN 1 Kota Bengkulu mendorong peserta didik agar tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan pemikiran yang membangun, menghargai perbedaan pendapat, dan menunjukkan kepedulian terhadap persoalan bangsa. Semangat kebangsaan diharapkan tumbuh melalui pemahaman, sikap, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan Indonesia. Dari mimbar pidato, siswa belajar menyuarakan harapan, menguatkan nilai kebangsaan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh karakter serta kontribusi generasi penerusnya.
(CH/Humas)

Artikel Terkait