Kota Bengkulu (Humas) — Membekali santri dengan keterampilan hidup menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan terampil. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan life skill siswa boarding Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bengkulu dengan belajar berbelanja langsung ke pasar sebagai persiapan membuat kreasi makanan berupa dimsum dan bakso. Ketua Asrama MTsN 1 Kota Bengkulu, Hj. Dr. Ningsih Fahruddin, M.Pd., terus mendorong penguatan pendidikan life skill agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama dan akademik, tetapi juga memiliki kecakapan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan diawali dengan pengalaman berbelanja bahan makanan di pasar. Melalui aktivitas ini, siswa belajar mengenali kebutuhan, memilih bahan yang diperlukan, serta memahami pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari persiapan ajang kreasi membuat dimsum dan bakso. Siswa berkesempatan mengembangkan kreativitas, mengenal proses pengolahan makanan, serta melatih kepercayaan diri melalui pembelajaran yang berorientasi pada praktik langsung.
Ketua Asrama MTsN 1 Kota Bengkulu, Hj. Dr. Ningsih Fahruddin, M.Pd., menyampaikan bahwa keterampilan hidup merupakan bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melatih siswa agar lebih mandiri, kreatif, dan terampil. Mereka belajar langsung bagaimana memilih bahan, merencanakan kebutuhan, serta mempersiapkan makanan. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi mereka, tidak hanya selama tinggal di asrama, tetapi juga untuk masa depan,” ungkap Ningsih
Menurutnya, pembelajaran di lingkungan boarding perlu memberikan pengalaman yang seimbang antara penguatan ilmu agama, pembentukan akhlak, pendidikan akademik, dan kecakapan hidup. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu mengurus diri sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan beradaptasi dengan lingkungan.
Kegiatan life skill ini juga mengajarkan bahwa kemandirian tumbuh melalui pengalaman sederhana yang dilakukan secara langsung. Berbelanja di pasar bukan sekadar aktivitas memenuhi kebutuhan, melainkan kesempatan bagi siswa untuk belajar berkomunikasi, mengelola kebutuhan, dan memahami proses sebelum menghasilkan sebuah karya.
Melalui program ini, boarding MTsN 1 Kota Bengkulu berupaya membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga memiliki kreativitas, keterampilan praktis, serta kesiapan menghadapi kehidupan di masa mendatang.
(CH/Humas)






