Kota Bengkulu (Humas) — Mengasah kecerdasan sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air menjadi fokus Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebangsaan yang diselenggarakan MTsN 1 Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menguji pengetahuan, melatih kecepatan berpikir, dan memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan. kegiatan lomba dilaksanakan di Masjid An- Nur MTsN 1 Kota Bengkulu, Rabu (28/10/2026).
LCC Kebangsaan dikoordinatori oleh Erzon Mahyudi, M.Pd., dengan melibatkan guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sebagai anggota panitia. Adapun dewan juri terdiri atas Muhammad Mukhti, S.Ag., M.Pd., Erni Yusnita, S.Ag., Rahmi Hayati, S.Ag., Dr. Mega Haryanti, M.Pd dan Zakki Muftika Hijriani, S.Pd.I yang bertugas menilai kemampuan peserta selama kompetisi berlangsung.

Koordinator lomba, Erzon Mahyudi, M.Pd., menyampaikan bahwa LCC Kebangsaan bukan hanya menjadi ajang menguji pengetahuan, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan memiliki semangat nasionalisme.
“Melalui Lomba Cerdas Cermat Kebangsaan ini, kami ingin mendorong siswa agar terus memperluas wawasan, berpikir cepat dan tepat, serta memahami nilai-nilai yang mempersatukan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi juga diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi Indonesia,” ungkap Erzon
Melalui kompetisi ini, siswa didorong untuk berpikir cepat, cermat, dan tepat dalam menjawab pertanyaan. Selain menguji penguasaan materi, LCC Kebangsaan juga melatih konsentrasi, kemampuan bekerja sama, sportivitas, serta keberanian mengambil keputusan di tengah suasana kompetisi.
Dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan, menghargai keberagaman, dan menjaga persatuan Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang perlu dirawat bersama.
Keterlibatan guru TIK, Akidah Akhlak, dan SKI dalam kepanitiaan mencerminkan kolaborasi lintas mata pelajaran untuk mendukung kegiatan pendidikan yang menyeluruh. Siswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan memperluas pengetahuan, tetapi juga membangun sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati sesama.
Sementara itu, Muhammad Mukhti, S.Ag., M.Pd., Erni Yusnita, S.Ag., Rahmi Hayati, S.Ag., Dr. Mega Haryanti, M.Pd dan Zakki Muftika Hijriani, S.Pd.I., menjalankan peran sebagai juri dalam proses penilaian peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan ketentuan lomba untuk memastikan kompetisi berlangsung secara tertib dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para peserta.
Lebih dari sekadar adu cepat menjawab pertanyaan, LCC Kebangsaan mengajarkan bahwa kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter dan kepedulian terhadap bangsa. Generasi muda diharapkan mampu menggunakan pengetahuan secara bijak, menghargai perbedaan pendapat, serta menjaga nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Bengkulu terus mendorong pengembangan potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik. Kompetisi menjadi salah satu media untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan menanamkan semangat belajar sepanjang hayat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen madrasah dalam membina generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
(CH/Humas)






