Kota Bengkulu (Humas) — Semangat cinta tanah air menggema melalui Lomba Lagu Perjuangan yang diselenggarakan MTsN 1 Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia melalui lagu-lagu yang syarat nilai perjuangan dan patriotisme. Kegiatan lomba dilaksanakan di Ruang Aula MTsN 1 Kota Bengkulu, Rabu (28/10/2026).
Lomba ini dikoordinatori oleh Zurida, M.TPd., dengan melibatkan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan staf tata usaha (TU) sebagai anggota panitia. Adapun Hengki Debora, S.Pd., dan Septi Yuliza, S.Pd., bertugas sebagai juri yang menilai penampilan peserta.
Koordinator lomba, Zurida, M.TPd., menyampaikan bahwa lomba lagu perjuangan bukan sekadar ajang menunjukkan kemampuan bernyanyi, melainkan juga sarana menanamkan nilai patriotisme dan membangun karakter generasi muda.
“Melalui lomba lagu perjuangan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan siswa terhadap bangsa Indonesia. Lagu-lagu perjuangan mengandung pesan tentang pengorbanan, persatuan, dan semangat pantang menyerah yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Kami berharap siswa tidak hanya menyanyikan lagu, tetapi juga mampu menghayati makna dan menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Zurida
Melalui lantunan lagu perjuangan, siswa diajak mengenang jasa para pahlawan serta memahami nilai-nilai yang menjadi landasan berdirinya bangsa Indonesia. Setiap lagu membawa pesan tentang keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat pantang menyerah yang relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.
Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan vokal, melatih keberanian tampil di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta belajar menyampaikan pesan melalui seni musik.
Hengki Debora, S.Pd., dan Septi Yuliza, S.Pd., menjalankan tugas sebagai juri dalam proses penilaian peserta. Penilaian dapat mencakup ketepatan nada, teknik vokal, penghayatan lagu, ekspresi, dan penampilan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan lomba.
Keterlibatan guru IPS dalam kepanitiaan turut memperkuat keterkaitan kegiatan dengan pembelajaran sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, partisipasi staf tata usaha mencerminkan kolaborasi lintas unsur madrasah dalam mendukung kegiatan pendidikan yang membangun karakter peserta didik.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan di tengah keberagaman. Melalui lomba lagu perjuangan, siswa diajak memahami bahwa semangat para pahlawan perlu diteruskan melalui tindakan nyata, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Kota Bengkulu terus berupaya mengembangkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Seni musik menjadi salah satu media untuk membangun kreativitas, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan rasa cinta terhadap tanah air.
(CH/Humas)






