Kota Bengkulu (Humas) — Kesempatan mengembangkan potensi diri di bidang keagamaan kembali ditunjukkan siswa MTsN 1 Kota Bengkulu melalui partisipasi dalam Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat SMP/MTs dalam rangka Hari Santri 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Qur’an Al-Fida, Senin (19/10/2026).
Dua siswa yang mewakili MTsN 1 Kota Bengkulu adalah Ghaizan Alfif Zulkifli dari kelas VIII I dan Bayu Pramana Nedy dari kelas IX E. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan hafalan Al-Qur’an, melatih konsentrasi, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam mengikuti kompetisi keagamaan.
Bagi madrasah, partisipasi dalam MHQ bukan sekadar mengikuti perlombaan, melainkan bagian dari proses pendidikan untuk mengenali, mengembangkan, dan menguatkan potensi peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk terus berlatih, menjaga hafalan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam pelaksanaannya, Ghaizan dan Bayu mendapat pendampingan dari Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 1 Kota Bengkulu, Novita Lestari, M.H., bersama Zakki Muftika Hijriani, S.Pd.I. Pendampingan tersebut menjadi bentuk dukungan madrasah agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam pengembangan kemampuan di bidang tahfiz.
Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, terus mendorong pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun keagamaan. Upaya ini sejalan dengan komitmen madrasah untuk membentuk peserta didik yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki landasan spiritual yang kuat.
Momentum Hari Santri 2026 menjadi ruang bermakna bagi siswa untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pengalaman mengikuti MHQ diharapkan dapat memotivasi Ghaizan dan Bayu untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, sekaligus menginspirasi siswa lainnya agar berani mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam kegiatan positif.
Melalui partisipasi ini, MTsN 1 Kota Bengkulu menegaskan bahwa setiap kesempatan belajar dan berkompetisi merupakan bagian dari perjalanan membentuk generasi Qur’ani yang unggul, percaya diri, dan berakhlak mulia.
(CH/Humas)






