Kota Bengkulu (Humas) — Dalam rangka memperkuat kompetensi dan meningkatkan kualitas pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), operator BMN MTsN 1 Kota Bengkulu, Yusvita Sari, SE, mengikuti kegiatan Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) untuk Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2028.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu ini berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat, 26–28 Agustus 2026, bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Keikutsertaan operator BMN MTsN 1 Kota Bengkulu merupakan bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan aset negara. Melalui kegiatan ini, operator memperoleh penguatan terkait proses perencanaan kebutuhan BMN yang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2028.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga diarahkan untuk memastikan kesiapan Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN), termasuk memastikan user dan role seperti Analis Satker, Koordinator Satker, serta Supervisor Satker telah tersedia dan aktif.
Penyusunan RKBMN ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.05/2020 tentang Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara serta surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor B-499/SJ/B.III.3/KS.00/07/2026 tanggal 30 Juli 2026.
Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan operator BMN dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pengelola BMN sangat penting untuk memastikan aset negara yang berada di madrasah dapat dikelola dengan baik dan sesuai ketentuan.
”Pengelolaan BMN bukan hanya berkaitan dengan pencatatan aset, tetapi juga bagaimana kita merencanakan kebutuhan secara tepat, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami mendukung operator untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan seperti ini,” ujar Dr. Diniah.
Ia berharap ilmu dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam pengelolaan BMN di MTsN 1 Kota Bengkulu, khususnya dalam mendukung perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah.
Sementara itu, Yusvita Sari mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan aktif. Dengan membawa laptop, koneksi internet, serta dokumen pendukung yang diperlukan, ia turut mendukung kelancaran proses penyusunan RKBMN di lingkungan satuan kerja madrasah.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan dalam perencanaan kebutuhan BMN, sehingga pengelolaan aset negara di MTsN 1 Kota Bengkulu dapat berjalan secara tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Melalui peningkatan kompetensi pengelola BMN, MTsN 1 Kota Bengkulu terus berkomitmen membangun tata kelola administrasi yang profesional serta memastikan pengelolaan sarana dan prasarana madrasah mampu mendukung pelaksanaan layanan pendidikan secara optimal.
(CH/Humas)






