Kota Bengkulu (Humas) – Sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, dan semangat persaudaraan sesama anak bangsa, MTsN 1 Kota Bengkulu mengikuti kegiatan Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Kepala Tata Usaha, guru, serta staf Tata Usaha MTsN 1 Kota Bengkulu. Kehadiran keluarga besar madrasah menjadi wujud kepedulian terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus ikhtiar bersama untuk mendoakan kedamaian dan persatuan Indonesia.
Suasana doa berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Para peserta bersama-sama memanjatkan doa bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi duka, serta mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kedamaian.
Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan keluarga besar MTsN 1 Kota Bengkulu dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan nilai kemanusiaan dan persatuan.
“Melalui doa kebangsaan ini, kita menunjukkan bahwa rasa kepedulian dan persaudaraan tidak dibatasi oleh jarak. Kita turut merasakan duka saudara-saudara kita di NTT dan bersama-sama mendoakan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keselamatan,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memiliki nilai pendidikan yang penting bagi lingkungan madrasah. Doa kebangsaan tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga menguatkan karakter warga madrasah agar memiliki kepedulian terhadap sesama, menjunjung persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.
Kepala Tata Usaha, guru, dan staf Tata Usaha MTsN 1 Kota Bengkulu mengikuti kegiatan dengan penuh kekhidmatan. Kehadiran bersama ini menunjukkan bahwa keluarga besar madrasah senantiasa berupaya hadir dalam momentum yang menyuarakan kepedulian kemanusiaan dan persatuan.
Melalui kegiatan Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai, MTsN 1 Kota Bengkulu berharap doa yang dipanjatkan menjadi penguat bagi masyarakat yang sedang berduka serta menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, rukun, dan penuh persaudaraan.
(CH/Humas)






