0232 123456

mtsn1kotabengkulu@yahoo.co.id

Today :

Dari MBG Menuju Semangat Belajar Tinggi: Jalan Menuju Kesuksesan Masa Depan

Citra Handayani

Okt. 29, 2025

Penulis : Athaya Fauziyah

Asal Sekolah : MTsN 1 Kota Bengkulu

Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Namun, proses belajar tidak akan optimal tanpa kondisi fisik dan mental yang sehat. Di banyak sekolah, terutama di daerah yang masih berkembang, masalah gizi menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi semangat dan konsentrasi belajar peserta didik. Misalnya, penelitian oleh UNICEF pada tahun 2024 menemukan bahwa di empat wilayah di Jawa Tengah, hanya sekitar 59,6 % anak sekolah dasar yang memiliki status gizi baik; 11,9 % berada di bawah berat badan, dan 28,5 % berada dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas. (UNICEF,2025)

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan program MBG (Makan Bergizi Gratis), sebuah inisiatif yang bertujuan memberikan asupan gizi seimbang secara gratis kepada peserta didik di berbagai jenjang sekolah. Program ini bukan hanya sekadar kegiatan makan bersama, tetapi juga upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesehatan dan kesejahteraan siswa. Artikel ini akan membahas bagaimana program MBG dapat menumbuhkan semangat belajar yang tinggi serta menjadi jalan menuju kesuksesan masa depan bagi generasi muda Indonesia.

Gizi memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang dan fungsi otak manusia. Peserta didik yang kekurangan gizi sering mengalami kesulitan berkonsentrasi, cepat lelah, dan memiliki daya ingat rendah yang kemudian berdampak pada prestasi akademik mereka. Sebagai contoh, penelitian oleh Syarifah Aisyatirradiyah et al. (2022) yang dilakukan di SDN 3 Bengkel menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan yang tidak teratur berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa. Selain itu terkait program MBG artikel dari Mulyadi et al. (2019) di SD Negeri Sidomulyo 01 menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (87,5 %), rata-rata kecukupan sarapan masih di bawah 80 % dari rekomendasi, dan hal ini dikaitkan dengan pencapaian belajar yang ‘sedang’.

Melalui program MBG, sekolah menjadi titik awal perubahan : memastikan setiap anak mendapatkan makanan sehat, bergizi, dan seimbang agar siap belajar dengan penuh semangat setiap hari. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tiga tujuan utama :

1. Meningkatkan status gizi peserta didik. Dengan makanan bergizi setiap hari, anak-anak mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup untuk beraktivitas dan berpikir optimal.

2. Menumbuhkan kebiasaan hidup sehat. Program ini tidak hanya memberi makanan, tetapi juga mengedukasi peserta didik tentang pentingnya pola makan seimbang, kebersihan, dan gaya hidup sehat. Seperti dalam penelitian Anisa Setia Amelia et al. (2023) di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang menemukan bahwa siswa yang memiliki pola makan seimbang melaporkan konsentrasi dan fungsi kognitif yang lebih baik.

3. Meningkatkan semangat dan motivasi belajar. Anak-anak yang kenyang dan sehat akan lebih fokus di kelas, lebih aktif dalam kegiatan belajar, serta memiliki semangat untuk berprestasi.

Dengan demikian, MBG bukan hanya soal pangan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagaimana makanan bergizi dapat menumbuhkan semangat belajar yang tinggi? Hubungannya sangat erat dan dapat dijelaskan melalui beberapa aspek berikut :

a. Gizi yang cukup meningkatkan fungsi otak dan konsentrasi. Otak membutuhkan energi dari glukosa dan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin B untuk bekerja optimal. Sebuah kajian internasional menunjukkan bahwa kualitas diet yang lebih rendah berhubungan dengan kinerja akademik yang lebih buruk.

b. Tubuh sehat mendukung aktivitas belajar yang aktif. Peserta didik yang kekurangan energi sering kali mengantuk atau pasif di kelas. Sebaliknya, dengan tubuh yang bugar, mereka lebih aktif berdiskusi, bereksperimen, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.

c. Rasa bahagia meningkatkan motivasi intrinsik. Makan bersama dalam suasana gembira menumbuhkan rasa kebersamaan dan kenyamanan di sekolah. Saat siswa merasa diperhatikan dan dihargai, semangat belajar mereka tumbuh secara alami.

Makanan bergizi membangun karakter disiplin dan peduli. Melalui MBG, peserta didik belajar menghargai makanan, menjaga kebersihan, serta berbagi dengan teman. Nilai-nilai ini berkontribusi pada pembentukan karakter positif yang berpengaruh terhadap perilaku belajar. Dengan kata lain, MBG adalah langkah awal yang sederhana tetapi memiliki dampak psikologis, sosial, dan akademik yang luar biasa. Program ini menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, bahagia, dan produktif.

Artikel Terkait