Kota Bengkulu (Humas) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang pengelolaan aset negara, operator Barang Milik Negara (BMN) Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bengkulu, Yusvita Sari, S.E., mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan satuan kerja Kementerian/Lembaga UAKPB di lingkup wilayah kerja KPKNL Bengkulu. Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas edukasi dan komunikasi dalam pengelolaan Barang Milik Negara, sehingga setiap satuan kerja dapat semakin tertib dalam administrasi dan pengelolaan aset negara.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara hybrid, baik luring maupun daring. Untuk peserta yang hadir secara langsung, kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Utama Gedung Unit Layanan Terpadu Universitas Bengkulu, mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemaparan mengenai pengelolaan BMN, mulai dari penatausahaan, pencatatan, pelaporan, hingga upaya optimalisasi pemanfaatan aset negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai operator BMN MTsN 1 Kota Bengkulu, Yusvita Sari, S.E. mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Keikutsertaannya menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat tata kelola administrasi aset yang tertib, transparan, dan akuntabel. Melalui sosialisasi ini, diharapkan pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan MTsN 1 Kota Bengkulu.

Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., menyambut baik keikutsertaan operator BMN dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengelolaan aset negara yang baik merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung tertib administrasi madrasah dan menunjang kelancaran pelayanan pendidikan.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, MTsN 1 Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, khususnya dalam bidang pengelolaan Barang Milik Negara. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terciptanya administrasi madrasah yang semakin profesional, modern, dan bertanggung jawab.
(CH/Humas)





