Kota Bengkulu (Humas) — Suasana haru menyelimuti kegiatan pembagian rapor siswa kelas VII E Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bengkulu yang berlangsung penuh kehangatan bersama wali kelas, Dra. Syamsiah, M.Pd. Momen ini terasa istimewa karena menjadi salah satu kebersamaan berharga antara siswa dan wali kelas yang dalam waktu dekat akan memasuki masa purna bakti, Jumat (19/6/2026).

Pembagian rapor yang biasanya identik dengan penyampaian hasil belajar siswa, kali ini juga menjadi ajang silaturahmi dan ungkapan terima kasih dari siswa kepada wali kelas yang telah mendampingi mereka selama satu tahun pelajaran. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, Syamsiah telah membimbing, mengarahkan, serta menjadi sosok pendidik yang dekat dengan para siswa kelas VII E.

Dalam sambutannya, Dra. Syamsiah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena dapat bersama siswa kelas VII E hingga akhir tahun pelajaran. Ia juga berpesan agar para siswa terus semangat belajar, menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, serta tidak berhenti berusaha meraih cita-cita. Dengan suara penuh haru, beliau mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh siswa yang telah berjuang selama satu tahun dan berharap mereka terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
Dalam suasana sederhana namun penuh makna, para siswa menerima rapor sekaligus menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada wali kelas tercinta. Kehadiran wali kelas di momen ini memberikan kesan mendalam bagi siswa, sebab pembagian rapor ini bukan sekadar penutupan kegiatan belajar semester, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan indah bersama guru yang telah banyak berjasa.

Bagi keluarga besar kelas VII E, Syamsiah bukan hanya seorang wali kelas, melainkan juga sosok ibu, pembimbing, dan teladan yang selalu memberikan motivasi dalam belajar maupun bersikap. Menjelang masa purna baktinya, kehadiran beliau dalam pembagian rapor menjadi momen penuh emosi yang sulit dilupakan.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas VII E MTsN 1 Kota Bengkulu tidak hanya membawa pulang hasil belajar, tetapi juga pelajaran berharga tentang ketulusan, dedikasi, dan pengabdian seorang guru. Semoga masa purna bakti yang akan dijalani Syamsiah menjadi awal dari kebahagiaan baru, dan segala jasa beliau selama mendidik menjadi amal kebaikan yang terus dikenang.
(CH/Humas)






