Kota Bengkulu (Humas) — Suasana penuh semangat kepedulian terhadap lingkungan mewarnai kegiatan pelepasan satwa endemik yang digelar di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, pada Kamis (23/04/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk siswa MTsN 1 Kota Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa MTsN 1 Kota Bengkulu turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara tabur benih ikan dan pelepasan burung ke habitat alaminya. Aksi ini merupakan bagian dari implementasi nilai ekoteologi, yakni kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Kehadiran siswa yang terdiri dari anggota OSIM, PMR, Pramuka dan Paskib menunjukkan komitmen generasi muda dalam menjaga lingkungan. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap ekosistem dan keberlangsungan satwa endemik.

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai ekoteologi sejak dini kepada para pelajar. Ia menekankan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah. Menabur benih ikan dan melepas burung menjadi simbol kepedulian sekaligus wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah menganugerahkan kekayaan hayati.,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk lebih memahami pentingnya keseimbangan alam. Dengan terlibat langsung, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi aktif siswa MTsN 1 Kota Bengkulu dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam pendidikan akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Momentum ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam Indonesia.
(CH/Humas)






